Just another WordPress.com site

Santap Romantis di Bulan Gelap

Jakarta – Satu restoran baru lagi muncul di ufuk Jakarta. Namanya: Luna Negra. Logonya bergambar rembulan gelap. Karena salah seorang pemiliknya adalah artis, Becky Tumewu, tak heran bila restoran ini pun langsung menjadi happening.

Tampilan Luna Negra sangat mirip dengan restoran-restoran papan atas yang bermunculan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir ini. Menyediakan wine dan minuman beralkohol, menyajikan masakan bergaya Eropa (termasuk menu non-halal), dan berpenampilan smart casual. Social House, Decanter, Cork & Screw dan lain-lain – punya “formula” yang kurang-lebih sama. Banyak restoran serupa di Singapura yang juga mirip-mirip itu penampilannya. Semuanya mencoba menjaring kelas sosial young urban professionals.

Begitu masuk Luna Negra, view yang langsung “menghadang” adalah sebuah meja bar panjang dari pualam putih bergurat abu-abu. Di sinilah para tamu mendinginkan sol sepatu sambil menunggu teman maupun pasangan, sambil minum segelas dua, sebelum kemudian melangkah ke ruang makan.

Sesuai namanya, Luna Negra menampilkan banyak items Italia dalam menu-nya. Di papan terlihat sekitar 35 jenis pizza – dari Rp 58-139 ribu. Di kartu menu, tercantum sekitar 17 jenis pasta – dari Rp 49-89 ribu. Salah satu pasta istimewa adalah fettuccine dengan seekor kepiting utuh.

Selain menu yang berstruktur Italia – antipasti, primi piatti, secondi piatti, contorni, dan dolci – tampak juga berbagai sajian Asia dan Spanyol. Kalau Anda hanya ingin cemal-cemil, barangkali dua pilihan tapas gaya Spanyol boleh dicoba. Atau, dimsum model Hong Kong (rata-rata Rp 20 ribu).

Sebetulnya, apa yang ditampilkan Luna Negra tidak terlalu beda dengan sajian restoran serupa lainnya. Tetapi, Luna Negra memberi sentuhan khusus yang membuatnya istimewa. Contohnya adalah Pan-seared Tuna yang umum disajikan berbagai resto modern. Filet tebal tuna di taburi wijen semua sisinya, kemudian di-pan-seared dengan minyak zaitun keempat sisinya sampai agak crusty. Ketika diiris menjadi beberapa sayatan tipis, masih tampak bagian tengahnya merah seperti sashimi.

Di Luna Negra, irisan tuna ini ditata di atas salad yang terdiri atas: lettuce, ruccola, jeruk, dan pear – kemudian disiram dengan saus cuka apel. Di atasnya ditaburi kacang mede sangrai yang ditumbuk kasar. Sungguh unik dan mengesankan.

Luna Negra juga menampilkan beberapa items yang dapat disantap bersama-sama (shared, makan tengah). Misalnya seafood paella (saffron rice gaya Spanyol, Rp 600 ribu), seafood in tomato sauce (lobster dan berbagai ikan, mirip cioppino, Rp 600 ribu), dan porterhouse steak 1 kilogram (gaya bistecca alla fiorentina) – yang dapat disantap bertiga atau bahkan berempat.

Pencuci mulutnya adalah berbagai dolci alla italiana, seperti: panna cotta, creme brulee, maccaroon semifreddo, melone con vin santo, dan lain-lain. Favorit saya adalah yang disebut terakhir: cantaloupe (melon kuning) bulat-bulat diguyur vin santo yang sepet-sepet manis.

Dengan interior yang cozy, Luna Negra sungguh cocok untuk santap malam romantis berdua. Happy Valentine’s Day.

Luna Negra
Plaza Bapindo Menara Citibank, lantai dasar
Jl. Jenderal Sudirman kav. 54-55
Jakarta Selatan
021 29950077
http://www.lunanegra.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s